Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan bahwa sekitar 70% dari stasiun pengisian kendaraan listrik umum di Indonesia dioperasikan oleh perusahaan swasta. Hal ini menandai perkembangan infrastruktur kendaraan listrik Indonesia menuju kemandirian ekosistem, serta mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan terhadap prospek pasar kendaraan listrik Indonesia. Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Produk PLN menyatakan bahwa saat ini 70% dari stasiun pengisian dioperasikan oleh swasta melalui skema kerja sama, sementara pada awal pengembangan industri tahun 2018, hampir semua stasiun dibangun dan dioperasikan oleh PLN sebagai fondasi ekosistem kendaraan listrik. Seiring bertambahnya jumlah kepemilikan kendaraan listrik dan permintaan pengisian di Indonesia, minat swasta untuk masuk ke bisnis stasiun pengisian meningkat drastis, lebih dari 200%. Saat ini, stasiun pengisian di kawasan Jabodetabek sebagian besar sudah dioperasikan oleh swasta, dan stasiun pengisian di area perkantoran PLN juga seluruhnya dikelola oleh swasta. Partisipasi mendalam swasta membuktikan bahwa ekosistem kendaraan listrik Indonesia telah memasuki tahap mandiri dan berkelanjutan. PLN Indonesia akan terus berperan sebagai pengatur ekosistem, dengan fokus mendorong distribusi yang merata dari infrastruktur stasiun pengisian, terutama membuka peluang kerja sama di wilayah non-pusat ekonomi. Saat ini masih banyak pengguna kendaraan listrik yang mengeluhkan sulitnya menemukan titik pengisian. PLN tengah menggali berbagai titik strategis dan juga menjajaki mitra yang memiliki lahan, berencana menyediakan peralatan stasiun pengisian dan bekerja sama untuk membangun titik layanan pengisian.