Pemerintah China baru-baru ini mengeluarkan regulasi baru yang mewajibkan mobil produksi dalam negeri untuk dilengkapi dengan rem darurat otomatis (AEB), steer-by-wire, dan berbagai teknologi canggih lainnya. Standar ini juga akan berlaku untuk pasar Indonesia. Manajer Pengembangan Produk Lepas Indonesia menyatakan bahwa teknologi baru semacam ini saat ini masih memiliki biaya yang relatif tinggi, yang pada dasarnya merupakan investasi industri. Namun seiring dengan perluasan skala pasar dan perkembangan teknologi, biaya terkait pasti akan menurun secara bertahap. Ini adalah manifestasi normal dari hubungan penawaran-permintaan dalam hukum ekonomi. Setiap investasi teknologi pada tahap awal adalah investasi, dan selanjutnya akan mengalami penurunan biaya seiring dengan iterasi teknologi.
Ia menunjuk bahwa regulasi otomotif yang sudah disertifikasi di China pada dasarnya memiliki standar global, sementara sistem regulasi otomotif Indonesia selaras dengan standar PBB. Oleh karena itu, standar teknologi yang diterapkan di China dan global pada dasarnya sudah dapat dipenuhi oleh Indonesia secara kepatuhan. Hanya perlu dikonfirmasi apakah sistem teknologi terkait sesuai dengan lingkungan lokal Indonesia, misalnya masalah adaptasi terkait kebisingan lingkungan. Ia menekankan bahwa berbagai teknologi otomotif yang akan diterapkan di Indonesia di masa depan tidak hanya akan mengikuti standar global yang seragam, tetapi juga akan dilakukan penyesuaian lokal dengan mempertimbangkan kondisi jalan Indonesia, lingkungan alam, serta kebiasaan mengemudi masyarakat setempat, untuk memastikan penerapan teknologi sesuai dengan standar internasional sekaligus cocok dengan skenario penggunaan aktual di Indonesia.
Pemerintah China baru-baru ini mengeluarkan regulasi baru yang mewajibkan mobil produksi dalam negeri untuk dilengkapi dengan rem darurat otomatis (AEB), steer-by-wire, dan berbagai teknologi canggih lainnya. Standar ini juga akan berlaku untuk pasar Indonesia. Manajer Pengembangan Produk Lepas Indonesia menyatakan bahwa teknologi baru semacam ini saat ini masih memiliki biaya yang relatif tinggi, yang pada dasarnya merupakan investasi industri. Namun seiring dengan perluasan skala pasar dan perkembangan teknologi, biaya terkait pasti akan menurun secara bertahap. Ini adalah manifestasi normal dari hubungan penawaran-permintaan dalam hukum ekonomi. Setiap investasi teknologi pada tahap awal adalah investasi, dan selanjutnya akan mengalami penurunan biaya seiring dengan iterasi teknologi.
Ia menunjuk bahwa regulasi otomotif yang sudah disertifikasi di China pada dasarnya memiliki standar global, sementara sistem regulasi otomotif Indonesia selaras dengan standar PBB. Oleh karena itu, standar teknologi yang diterapkan di China dan global pada dasarnya sudah dapat dipenuhi oleh Indonesia secara kepatuhan. Hanya perlu dikonfirmasi apakah sistem teknologi terkait sesuai dengan lingkungan lokal Indonesia, misalnya masalah adaptasi terkait kebisingan lingkungan. Ia menekankan bahwa berbagai teknologi otomotif yang akan diterapkan di Indonesia di masa depan tidak hanya akan mengikuti standar global yang seragam, tetapi juga akan dilakukan penyesuaian lokal dengan mempertimbangkan kondisi jalan Indonesia, lingkungan alam, serta kebiasaan mengemudi masyarakat setempat, untuk memastikan penerapan teknologi sesuai dengan standar internasional sekaligus cocok dengan skenario penggunaan aktual di Indonesia.