Merek minuman teh asal Anhui, China, Sweet Tea (Tianlala) resmi masuk pasar Indonesia pada Oktober 2023 dengan membuka 6 gerai pertama. Berkat produk berkualitas, adaptasi lokal, dan harga terjangkau, merek ini berkembang pesat. Kini jumlah gerainya di berbagai kota di Indonesia telah melampaui 150, dan Indonesia menjadi pasar utama luar negerinya. Kepala bisnis luar negeri Sweet Tea mengungkapkan bahwa merek ini telah berkembang ke 7 negara. Untuk pasar Indonesia, produk juga disesuaikan secara lokal, misalnya dengan meningkatkan kadar gula dan menambahkan susu segar agar sesuai dengan preferensi rasa setempat.
Konsumen Indonesia memberikan penilaian tinggi terhadap Sweet Tea. Pelanggan setia menyebutnya terjangkau dengan pilihan minuman yang beragam, produk seperti Jasmine Milk Tea, Yogurt Ice Cream memiliki rasa yang lezat. Seorang franchisee di Indonesia mengelola dua gerai Sweet Tea, dan baru-baru ini mengunjungi kantor pusat Sweet Tea di Bengbu, Anhui untuk mempelajari proses produksi minuman dan strategi operasional. Ini adalah kunjungan keduanya ke kantor pusat. Ia juga memuji pemandangan dan budaya kota Bengbu, serta mengatakan bahwa lahirnya merek ini di kota tersebut merupakan kebanggaan.
Franchisee tersebut mengaku sangat tertarik dengan rasa unik dan logo merek yang mencolok dari Sweet Tea. Teh susunya bertekstur kaya, rasa susu yang kuat. Setelah kunjungan ini, ia semakin optimis dengan prospek merek ini di Indonesia dan berencana menambah beberapa gerai baru setelah kembali. Kantor pusat Sweet Tea kali ini mengundang lebih dari sepuluh franchisee Indonesia untuk berkunjung, yang merupakan jumlah terbanyak dari franchisee luar negeri. Kepala kantor cabang Indonesia juga mengonfirmasi hal ini.
Dalam memperluas bisnis luar negeri, Sweet Tea menekankan pembangunan bersama dengan ekonomi lokal. Semua gerai di Indonesia mempekerjakan staf lokal. Manajer terkait merek menyatakan bahwa seiring bertambahnya gerai di Indonesia pada 2026, akan diciptakan lebih banyak lapangan kerja lokal, sehingga lebih mendorong penyerapan tenaga kerja setempat.
Merek minuman teh asal Anhui, China, Sweet Tea (Tianlala) resmi masuk pasar Indonesia pada Oktober 2023 dengan membuka 6 gerai pertama. Berkat produk berkualitas, adaptasi lokal, dan harga terjangkau, merek ini berkembang pesat. Kini jumlah gerainya di berbagai kota di Indonesia telah melampaui 150, dan Indonesia menjadi pasar utama luar negerinya. Kepala bisnis luar negeri Sweet Tea mengungkapkan bahwa merek ini telah berkembang ke 7 negara. Untuk pasar Indonesia, produk juga disesuaikan secara lokal, misalnya dengan meningkatkan kadar gula dan menambahkan susu segar agar sesuai dengan preferensi rasa setempat.
Konsumen Indonesia memberikan penilaian tinggi terhadap Sweet Tea. Pelanggan setia menyebutnya terjangkau dengan pilihan minuman yang beragam, produk seperti Jasmine Milk Tea, Yogurt Ice Cream memiliki rasa yang lezat. Seorang franchisee di Indonesia mengelola dua gerai Sweet Tea, dan baru-baru ini mengunjungi kantor pusat Sweet Tea di Bengbu, Anhui untuk mempelajari proses produksi minuman dan strategi operasional. Ini adalah kunjungan keduanya ke kantor pusat. Ia juga memuji pemandangan dan budaya kota Bengbu, serta mengatakan bahwa lahirnya merek ini di kota tersebut merupakan kebanggaan.
Franchisee tersebut mengaku sangat tertarik dengan rasa unik dan logo merek yang mencolok dari Sweet Tea. Teh susunya bertekstur kaya, rasa susu yang kuat. Setelah kunjungan ini, ia semakin optimis dengan prospek merek ini di Indonesia dan berencana menambah beberapa gerai baru setelah kembali. Kantor pusat Sweet Tea kali ini mengundang lebih dari sepuluh franchisee Indonesia untuk berkunjung, yang merupakan jumlah terbanyak dari franchisee luar negeri. Kepala kantor cabang Indonesia juga mengonfirmasi hal ini.
Dalam memperluas bisnis luar negeri, Sweet Tea menekankan pembangunan bersama dengan ekonomi lokal. Semua gerai di Indonesia mempekerjakan staf lokal. Manajer terkait merek menyatakan bahwa seiring bertambahnya gerai di Indonesia pada 2026, akan diciptakan lebih banyak lapangan kerja lokal, sehingga lebih mendorong penyerapan tenaga kerja setempat.