Pemerintah Indonesia mempercepat transformasi struktur energi dengan mengedepankan ramah lingkungan dan keberlanjutan guna mendukung strategi ekonomi jangka panjang. Presiden Prabowo, setelah memimpin rapat kabinet di Istana Negara Jakarta, resmi menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai ketua gugus tugas percepatan transisi energi, yang akan mengoordinasikan kebijakan dan proyek transisi energi nasional. Rapat menetapkan arah inti yaitu secara bertahap mengurangi ketergantungan pada energi fosil, mempercepat transisi menuju sistem energi bersih, serta meluncurkan sejumlah program prioritas. Yang paling menarik perhatian adalah rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya skala besar dengan total kapasitas terpasang 100 gigawatt, yang akan terhubung ke jaringan listrik dan mencakup sekolah, komunitas pedesaan, serta tempat-tempat dasar lainnya, sehingga energi bersih dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Pemerintah juga berencana secara bertahap mengganti pembangkit listrik diesel untuk mengurangi biaya, tekanan lingkungan, dan beban subsidi negara, serta meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan. Sebagai negara kepulauan, energi surya juga digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan listrik di daerah terpencil dan mendorong keadilan energi. Transisi energi juga meluas ke sektor transportasi. Presiden Prabowo meminta percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor dengan target mengganti sekitar 120 juta sepeda motor secara bertahap menjadi sepeda motor listrik, mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan emisi karbon, serta menyempurnakan rantai industri kendaraan listrik dalam negeri. Menteri Energi menyatakan bahwa gugus tugas akan meningkatkan efisiensi penggunaan dana fiskal dan mendorong proyek agar cepat terealisasi. Presiden meminta siklus transisi dikendalikan dalam 3-4 tahun, dan berupaya menyelesaikannya lebih cepat. Dengan dibentuknya gugus tugas khusus, Indonesia memberikan sinyal yang jelas: akan mempercepat transisi menuju sistem energi yang hijau dan berkelanjutan dengan cara yang lebih efisien dan terkoordinasi.