Indonesia dan China mencapai kesepakatan kerja sama untuk membangun laboratorium bersama yang berfokus pada kecerdasan buatan medis, memperdalam kerja sama di bidang kesehatan digital. Pihak Indonesia menyatakan langkah ini akan mempercepat reformasi sistem kesehatan nasional dan memperkuat industri medis dalam negeri. Wakil Menteri Kesehatan Indonesia baru-baru ini mengumumkan bahwa Kementerian Kesehatan Indonesia, Universitas Kedokteran Xuzhou, dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman tiga pihak untuk membangun Laboratorium Bersama Kedokteran Digital dan Kesehatan Aktif China-Indonesia. Kerja sama ini akan berfokus pada diagnosis dan pengobatan, penelitian, standardisasi, serta industri alat kesehatan, dengan penekanan pada pengaturan dan penerapan teknologi digital yang aman, guna membangun fondasi bagi sistem kesehatan digital Indonesia dan implementasi kecerdasan buatan medis, serta membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik. Laboratorium bersama ini akan menjadi pusat penelitian terapan dan inovasi di bidang kesehatan digital, mendorong teknologi baru agar sesuai dengan kebutuhan lokal Indonesia sambil memastikan kepatuhan terhadap standar nasional Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa selama kunjungannya ke China, ia meninjau praktik penerapan kecerdasan buatan di layanan kesehatan primer, termasuk hasil penggunaan alat digital untuk diagnosis dini penyakit dan manajemen pasien, serta perkembangan terbaru dalam teknologi diagnostik molekuler cepat untuk tuberkulosis, yang merupakan penyakit prioritas dalam program eliminasi nasional Indonesia. Indonesia sedang mendorong transfer teknologi di bidang ini untuk memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri, dan berencana membangun fasilitas produksi lokal untuk alat diagnosa molekuler cepat. Ia menekankan bahwa kerja sama internasional harus benar-benar meningkatkan kapasitas lokal Indonesia, tidak hanya memperoleh teknologi tetapi juga mencapai produksi dan inovasi mandiri. Semua kerja sama luar negeri mengikuti tiga prinsip inti: transfer teknologi, peningkatan kapasitas lokal, dan perlindungan data medis sensitif. Ia berharap laboratorium bersama ini dapat memperdalam kerja sama bilateral di bidang kesehatan antara Indonesia dan China, serta secara langsung membantu Indonesia mencapai tujuan nasional inti seperti eliminasi tuberkulosis dan peningkatan layanan kesehatan primer.