Upacara penerimaan barang baru-baru ini diadakan di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi, menandai masuknya pengiriman pertama durian beku laut Indonesia ke pasar China, sebuah langkah penting dalam memperluas perdagangan bilateral produk pertanian.
Muatan ini berisi 23 ton daging dan pasta durian beku Indonesia, berangkat dari Pelabuhan Jakarta pada 26 Desember 2025, menyelesaikan proses bea cukai pada 5 Januari dan tiba di gudang berikat di Zona Perdagangan Bebas Komprehensif Qinzhou, sehingga membuka jalur laut langsung dari daerah produksi Indonesia ke pasar China.
Sebelumnya, durian beku Indonesia hanya masuk ke China dalam jumlah kecil melalui jalur udara. Dengan mengandalkan jalur pelayaran yang matang dan logistik rantai dingin, pasokan durian beku Indonesia ke China akan lebih stabil dan dalam skala lebih besar di masa depan, memberikan dorongan baru bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan antara China dan Indonesia.
Direktur perusahaan menyatakan bahwa durian ini akan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti daging buah beku dan durian kering beku.
Perusahaan telah menginvestasikan 30 miliar rupiah untuk membangun pabrik pengolahan durian cerdas rantai penuh, yang mengintegrasikan teknologi pemilahan spektral kecerdasan buatan, pembekuan cepat nitrogen cair, dan pengeringan beku, untuk mencapai produksi terstandarisasi dan memecahkan masalah industri seperti efisiensi pemilahan manual yang rendah dan kualitas yang tidak merata.
Ia juga menekankan bahwa dengan menjadikan impor durian sebagai model, perusahaan akan mengeksplorasi jalur standar dan dapat direplikasi untuk impor dan pengolahan produk pertanian khas ASEAN.
Sebelumnya, durian Indonesia harus diproses di negara ketiga sebelum masuk ke China. Setelah Administrasi Bea Cukai China dan otoritas karantina Indonesia menandatangani protokol karantina tumbuhan pada Mei 2025, pembatasan ini dihapuskan.
Atase Perdagangan Kedutaan Besar Indonesia di Beijing menyatakan bahwa langkah ini membuktikan hubungan perdagangan yang erat dan stabil antara kedua negara. Saat ini, 8 perusahaan Indonesia telah memperoleh izin ekspor durian beku ke China, dan kedua pihak sedang memajukan negosiasi akses pasar untuk durian segar. Beragam varietas durian Indonesia dan produk olahannya dapat memenuhi permintaan konsumen China.
Upacara penerimaan barang baru-baru ini diadakan di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi, menandai masuknya pengiriman pertama durian beku laut Indonesia ke pasar China, sebuah langkah penting dalam memperluas perdagangan bilateral produk pertanian.
Muatan ini berisi 23 ton daging dan pasta durian beku Indonesia, berangkat dari Pelabuhan Jakarta pada 26 Desember 2025, menyelesaikan proses bea cukai pada 5 Januari dan tiba di gudang berikat di Zona Perdagangan Bebas Komprehensif Qinzhou, sehingga membuka jalur laut langsung dari daerah produksi Indonesia ke pasar China.
Sebelumnya, durian beku Indonesia hanya masuk ke China dalam jumlah kecil melalui jalur udara. Dengan mengandalkan jalur pelayaran yang matang dan logistik rantai dingin, pasokan durian beku Indonesia ke China akan lebih stabil dan dalam skala lebih besar di masa depan, memberikan dorongan baru bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan antara China dan Indonesia.
Direktur perusahaan menyatakan bahwa durian ini akan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti daging buah beku dan durian kering beku.
Perusahaan telah menginvestasikan 30 miliar rupiah untuk membangun pabrik pengolahan durian cerdas rantai penuh, yang mengintegrasikan teknologi pemilahan spektral kecerdasan buatan, pembekuan cepat nitrogen cair, dan pengeringan beku, untuk mencapai produksi terstandarisasi dan memecahkan masalah industri seperti efisiensi pemilahan manual yang rendah dan kualitas yang tidak merata.
Ia juga menekankan bahwa dengan menjadikan impor durian sebagai model, perusahaan akan mengeksplorasi jalur standar dan dapat direplikasi untuk impor dan pengolahan produk pertanian khas ASEAN.
Sebelumnya, durian Indonesia harus diproses di negara ketiga sebelum masuk ke China. Setelah Administrasi Bea Cukai China dan otoritas karantina Indonesia menandatangani protokol karantina tumbuhan pada Mei 2025, pembatasan ini dihapuskan.
Atase Perdagangan Kedutaan Besar Indonesia di Beijing menyatakan bahwa langkah ini membuktikan hubungan perdagangan yang erat dan stabil antara kedua negara. Saat ini, 8 perusahaan Indonesia telah memperoleh izin ekspor durian beku ke China, dan kedua pihak sedang memajukan negosiasi akses pasar untuk durian segar. Beragam varietas durian Indonesia dan produk olahannya dapat memenuhi permintaan konsumen China.