Pemerintah Indonesia Menetapkan China Sebagai Pasar Ekspor Utama
Menteri Perdagangan berencana meningkatkan nilai ekspor sebesar 7,1% pada tahun 2025 menjadi 294 miliar dolar AS (sekitar 4.851 triliun rupiah), dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%. Pada tahun 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai 24,883 miliar dolar AS; jika target pertumbuhan 7,1% tercapai, nilai ekspor pada tahun 2025 akan meningkat secara signifikan. China, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Malaysia adalah pasar target utama, dengan China memberikan kontribusi terbesar yaitu 602,2 miliar dolar AS. Kementerian Perdagangan akan menggunakan strategi yang terarah untuk membuka dan merangsang pasar ekspor, terutama yang dipimpin oleh China, guna mendorong pertumbuhan ekspor. Kementerian Perdagangan juga akan membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ekspor.
Durian Indonesia Akan Segera Masuk ke Pasar China
Bendungan PLTA Terbesar di Indonesia yang Dibangun Perusahaan Tiongkok Capai Puncak Penuh
Perusahaan Tiongkok Gencar Kembangkan Pembangkit Listrik dari Gas TPA di Indonesia, Capai 24 Juta kWh per Tahun
Teknologi Peleburan Tembaga Canggih Tiongkok Pertama Kali Diekspor ke Indonesia
Great Wall Motor (GWM) Aktif Memperluas Pasar Indonesia
GWM berencana meluncurkan tiga model baru pada tahun 2025, termasuk mobil listrik Ora serta model baru Tank 300 dan Haval. Tank 500 dan Tank 300 adalah model terlaris merek ini di Indonesia, menyumbang 84% dari total penjualan, dengan Tank 500 menyumbang 50% dan Tank 300 menyumbang 34%. Haval H6 dan Haval Jolion masing-masing menyumbang 8% dari total penjualan. Meskipun penjualan Haval tidak setinggi Tank, masih memiliki potensi pengembangan yang besar, dan telah menunjukkan tren positif dalam dua bulan pertama tahun 2025. Pada bulan Maret 2025, GWM memiliki 6 dealer resmi di Indonesia, tersebar di 5
Perusahaan China Menandatangani Proyek Hidrogen-Amonia-Metanol Hijau Pertama di Asia Tenggara
China Energy Engineering Group Co., Ltd. (CEEC) melalui anak perusahaannya, China Electric Power Engineering International Company, bersama dengan Northeast Electric Power Design Institute, baru-baru ini berhasil menandatangani kontrak EPC untuk proyek energi terbarukan amonia hijau di Pulau Batam, Indonesia. Proyek ini berlokasi di Pulau Batam, Indonesia, dan direncanakan untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya darat dan terapung dengan total kapasitas terpasang 240 MW, serta fasilitas produksi amonia hijau tahunan sebesar 37.500 ton. Ini adalah proyek pertama teknologi canggih listrik hijau-hidrogen-amonia-metanol dari CEEC yang diimplementasikan di Asia Tenggara, yang akan menyediakan solusi terintegrasi termasuk desain teknis, pasokan peralatan, konstruksi, dan manajemen operasi untuk memastikan implementasi yang efisien dan operasi yang stabil dalam jangka panjang. Amonia hijau yang diproduksi akan
Perusahaan China dan Indonesia Perdalam Kerja Sama di Bidang Perlindungan Lingkungan
Acara penandatanganan nota kesepahaman kerja sama strategis antara perusahaan China, Jingyuan Environmental Protection, dan Grup Indan Indonesia diadakan di kantor pusat Jingyuan Environmental Protection, dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk China dan para pemimpin kedua belah pihak. Kedua belah pihak akan melakukan kerja sama mendalam di Indonesia, termasuk pembangunan pabrik peralatan pengolahan air bersih, pusat pengolahan, serta penelitian dan pengembangan teknologi dan pelatihan sumber daya manusia. Ketua Jingyuan Environmental Protection menyatakan bahwa ini adalah langkah penting dalam strategi internasionalisasi dan implementasi inisiatif "One Belt, One Road". Presiden Grup Indan berpendapat bahwa Jingyuan Environmental Protection dapat menyediakan solusi pengolahan air yang efisien untuk Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, Jingyuan Environmental Protection terus memperdalam strategi internasionalisasinya, dan setelah memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024, meluncurkan merek "ReClear"
Perusahaan Tiongkok Menjadi Pemegang Saham Mayoritas Perusahaan Nikel Indonesia
Perusahaan daur ulang baterai dan material Tiongkok, GEM, melalui anak perusahaannya GEM Hong Kong International Co. Ltd., telah membeli lebih dari 1 juta saham baru Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) senilai sekitar Rp1 triliun (US$60 juta), sehingga menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan tersebut. Sementara itu, saham PT Vale Indonesia berkurang, sebelumnya BNSI dikendalikan oleh PT Vale Indonesia
Istana Presiden Indonesia Buka untuk Umum Hari Ini saat Idul Fitri
Presiden Prabowo akan mengadakan acara open house pada Idul Fitri 2025. Ia berencana pada 31 Maret 2025 (hari Idul Fitri) untuk terlebih dahulu melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal Jakarta, kemudian menuju ke Istana Merdeka untuk mengadakan acara open house. Acara open house bertujuan untuk menyediakan platform interaksi dan komunikasi antara presiden dengan pejabat pemerintah, duta besar asing, tokoh-tokoh nasional dari berbagai kalangan, serta masyarakat umum, guna mempererat hubungan di antara mereka. Selain itu, acara ini juga memiliki makna sosial yang penting, melambangkan penghapusan sekat-sekat dan mendorong persatuan serta kohesi sosial. Acara open house mengundang masyarakat umum untuk berpartisipasi, masyarakat dapat
Monopoli Kuota Impor Bawang Putih Indonesia Picu Lonjakan Harga
Pada tahun 2025, importir bawang putih lama Indonesia tidak mendapatkan kuota impor. Mereka harus membeli kuota impor dari perusahaan fiktif yang diduga dikuasai oleh segelintir importir istimewa, dengan biaya tambahan 7.000 hingga 8.000 rupiah per kilogram. Misalnya, anggota Pusbarindo Jaya Sartika dan importir berpengalaman 25 tahun Herry Thio, meskipun mengajukan RIPH pada 8 Januari, keduanya ditolak dengan alasan kuota sudah penuh. Sekitar 300 pelaku usaha yang mengajukan RIPH tidak ada yang disetujui. Lima importir lama menyatakan bahwa praktik jual beli izin oleh importir istimewa menyebabkan harga bawang putih melonjak di pasar.
Indonesia Menyesuaikan Tarif Royalti Berbagai Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merevisi ketentuan tarif royalti dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor mineral dan batubara, dengan tujuan meningkatkan kontribusi industri pertambangan terhadap keuangan negara. Tarif royalti bijih nikel akan dinaikkan dari 10% menjadi 14%-19%; produk olahan nikel seperti nikel matte, nikel besi, dan nikel pig iron juga akan dinaikkan secara bertahap sesuai kenaikan harga, dengan kisaran kenaikan 0%-250%. Berbagai mineral termasuk batubara, timah, emas, perak, tembaga, dan lainnya juga direncanakan mengalami penyesuaian tarif royalti. Misalnya, batubara mengalami penyesuaian tarif dengan besaran berbeda sesuai kondisi; bijih tembaga, konsentrat tembaga, dan katoda tembaga akan mengalami kenaikan signifikan, sekitar 100%-250%; tarif royalti emas disesuaikan dari 3,75%-10% menjadi 7%-16%; perak dari 3,25% menjadi 5%; platina dari 2% menjadi 3,75%; timah dari 3% menjadi 3%-10%. Pemerintah merevisi kebijakan terkait untuk meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan negara, penyesuaian mencakup berbagai mineral dan dilakukan melalui perubahan tarif royalti.