Menteri Koordinator Bidang Pangan baru-baru ini mengungkapkan bahwa proyek Pembangkit Listrik dari Sampah (PSEL/WTE) Indonesia berjalan dengan baik, dan sejumlah pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap tender dan realisasi. Setelah rapat koordinasi terbatas yang digelar baru-baru ini, ia mengumumkan bahwa 4 area tempat pembuangan akhir (TPS) telah selesai penetapan proyek dan memasuki proses tender, dan akan segera memulai konstruksi fasilitas pembangkit listrik dari sampah, yaitu Denpasar, Kota Bekasi, Bogor, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, 6 area lainnya telah lolos verifikasi dari Danantara dan akan memulai tender dalam waktu dekat, meliputi Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Serang, Kabupaten Bekasi, dan Medan.
Dua lokasi di ibu kota Jakarta – Bandar Gebang dan Tanjung Kamarmura – telah menyelesaikan seluruh prosedur administrasi, namun lahan belum tersedia. Menteri telah langsung menelepon Gubernur Jakarta, yang berjanji akan menyerahkan dokumen lahan terkait dalam waktu 1 hari, dan diperkirakan akan segera memasuki tahap berikutnya. Rapat koordinasi kali ini menetapkan bahwa total 30 area memenuhi syarat untuk pembangunan fasilitas pembangkit listrik dari sampah, secara keseluruhan mencakup 61 kabupaten/kota, melebihi target awal 34 area, terutama karena banyak daerah menerapkan model pengembangan bersama antar kota.
Berdasarkan jadwal pembangunan, tahap pertama mencakup 4 proyek dengan kondisi paling matang, yang ditargetkan selesai dan beroperasi pada Oktober 2027; tahap kedua untuk proyek lainnya direncanakan selesai seluruhnya pada Mei 2028. Pemerintah menyatakan bahwa proyek pembangkit listrik dari sampah merupakan langkah penting Indonesia dalam mendorong energi bersih dan mengatasi masalah sampah perkotaan. Percepatan realisasi proyek akan efektif meningkatkan tingkat pemanfaatan sumber daya sampah, sekaligus menambah pasokan listrik regional, mendukung tercapainya target lingkungan dan transisi energi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan baru-baru ini mengungkapkan bahwa proyek Pembangkit Listrik dari Sampah (PSEL/WTE) Indonesia berjalan dengan baik, dan sejumlah pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap tender dan realisasi. Setelah rapat koordinasi terbatas yang digelar baru-baru ini, ia mengumumkan bahwa 4 area tempat pembuangan akhir (TPS) telah selesai penetapan proyek dan memasuki proses tender, dan akan segera memulai konstruksi fasilitas pembangkit listrik dari sampah, yaitu Denpasar, Kota Bekasi, Bogor, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, 6 area lainnya telah lolos verifikasi dari Danantara dan akan memulai tender dalam waktu dekat, meliputi Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, Serang, Kabupaten Bekasi, dan Medan.
Dua lokasi di ibu kota Jakarta – Bandar Gebang dan Tanjung Kamarmura – telah menyelesaikan seluruh prosedur administrasi, namun lahan belum tersedia. Menteri telah langsung menelepon Gubernur Jakarta, yang berjanji akan menyerahkan dokumen lahan terkait dalam waktu 1 hari, dan diperkirakan akan segera memasuki tahap berikutnya. Rapat koordinasi kali ini menetapkan bahwa total 30 area memenuhi syarat untuk pembangunan fasilitas pembangkit listrik dari sampah, secara keseluruhan mencakup 61 kabupaten/kota, melebihi target awal 34 area, terutama karena banyak daerah menerapkan model pengembangan bersama antar kota.
Berdasarkan jadwal pembangunan, tahap pertama mencakup 4 proyek dengan kondisi paling matang, yang ditargetkan selesai dan beroperasi pada Oktober 2027; tahap kedua untuk proyek lainnya direncanakan selesai seluruhnya pada Mei 2028. Pemerintah menyatakan bahwa proyek pembangkit listrik dari sampah merupakan langkah penting Indonesia dalam mendorong energi bersih dan mengatasi masalah sampah perkotaan. Percepatan realisasi proyek akan efektif meningkatkan tingkat pemanfaatan sumber daya sampah, sekaligus menambah pasokan listrik regional, mendukung tercapainya target lingkungan dan transisi energi.