Otoritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia tengah mengkaji kebijakan pemberian lahan gratis bagi calon investor, guna meningkatkan daya saing regional Indonesia serta mendorong minat investasi dalam dan luar negeri. Strategi ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo, yang bertujuan mendorong Indonesia memasuki era industrialisasi baru, menjadikan industri sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Otoritas BUMN merangkap Chief Operating Officer Danantara menyatakan, mereka akan melakukan transformasi total model bisnis kawasan industri Indonesia, dengan mengadopsi pengalaman sukses negara tetangga, agar kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri menjadi lebih menarik.
Sebelumnya, kawasan industri Indonesia berfokus pada penjualan lahan sebagai inti bisnis, sehingga setelah lahan habis terjual, bisnis pun berhenti. Sementara model global yang lazim adalah sewa lahan jangka panjang gratis, di mana pendapatan tidak berasal dari lahan itu sendiri. Kepala Otoritas tersebut menunjuk bahwa biaya pembelian atau sewa lahan selalu menjadi beban berat bagi investor sebelum memulai operasional. Kebijakan baru akan mengalihkan sumber pendapatan kawasan industri dari penjualan lahan ke pasokan utilitas seperti air, listrik, gas alam, serta pendapatan berulang dari operasional properti seperti perumahan karyawan.
Kebijakan ini akan diterapkan terlebih dahulu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Batang, Jawa Tengah, dan kemudian diperluas ke KEK Batimban. Saat ini, Otoritas BUMN bersama Danantara tengah mengintegrasikan seluruh BUMN kawasan industri ke dalam naungan Danareksa, serta telah menyelesaikan proses pengalihan aset seluas 4.000 hektar milik perusahaan perkebunan negara di wilayah Batang sebagai persiapan implementasi kebijakan.
Kepala Otoritas menegaskan bahwa kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini berada pada level yang rendah. Penyesuaian mendasar model bisnis ini bertujuan untuk menjadikan industri sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, dan meningkatkan pangsa kontribusinya terhadap PDB.
Otoritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia tengah mengkaji kebijakan pemberian lahan gratis bagi calon investor, guna meningkatkan daya saing regional Indonesia serta mendorong minat investasi dalam dan luar negeri. Strategi ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo, yang bertujuan mendorong Indonesia memasuki era industrialisasi baru, menjadikan industri sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala Otoritas BUMN merangkap Chief Operating Officer Danantara menyatakan, mereka akan melakukan transformasi total model bisnis kawasan industri Indonesia, dengan mengadopsi pengalaman sukses negara tetangga, agar kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri menjadi lebih menarik.
Sebelumnya, kawasan industri Indonesia berfokus pada penjualan lahan sebagai inti bisnis, sehingga setelah lahan habis terjual, bisnis pun berhenti. Sementara model global yang lazim adalah sewa lahan jangka panjang gratis, di mana pendapatan tidak berasal dari lahan itu sendiri. Kepala Otoritas tersebut menunjuk bahwa biaya pembelian atau sewa lahan selalu menjadi beban berat bagi investor sebelum memulai operasional. Kebijakan baru akan mengalihkan sumber pendapatan kawasan industri dari penjualan lahan ke pasokan utilitas seperti air, listrik, gas alam, serta pendapatan berulang dari operasional properti seperti perumahan karyawan.
Kebijakan ini akan diterapkan terlebih dahulu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Batang, Jawa Tengah, dan kemudian diperluas ke KEK Batimban. Saat ini, Otoritas BUMN bersama Danantara tengah mengintegrasikan seluruh BUMN kawasan industri ke dalam naungan Danareksa, serta telah menyelesaikan proses pengalihan aset seluas 4.000 hektar milik perusahaan perkebunan negara di wilayah Batang sebagai persiapan implementasi kebijakan.
Kepala Otoritas menegaskan bahwa kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini berada pada level yang rendah. Penyesuaian mendasar model bisnis ini bertujuan untuk menjadikan industri sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, dan meningkatkan pangsa kontribusinya terhadap PDB.