CEO Badan Investasi Indonesia baru-baru ini menyatakan bahwa kerja sama ekonomi China-Indonesia sedang bertransisi dari saling melengkapi sumber daya tradisional menuju integrasi rantai industri yang lebih tinggi, dan peta kerja sama telah meluas dari kerja sama dana kekayaan negara awal hingga ke berbagai sektor utama seperti baterai kendaraan listrik, kesehatan, tanah jarang, dan material canggih. Ia mencontohkan pabrik komponen baterai patungan China-Indonesia yang ukurannya telah membesar empat kali lipat, yang tidak hanya mencerminkan permintaan pasar yang kuat tetapi juga membuktikan efektivitas kerja sama mendalam kedua belah pihak. Ia juga menunjukkan bahwa rantai industri baterai yang lengkap tidak hanya membutuhkan perusahaan raksasa seperti CATL, tetapi juga tidak lepas dari produksi pendukung material anoda, katoda, dan separator. Selain terus mendalami sektor teknologi, kerja sama kedua belah pihak juga sedang mempercepat perluasan ke sektor strategis baru seperti kesehatan, tanah jarang, dan material canggih. China berencana untuk membawa lebih banyak teknologi dan modal ke Indonesia, serta memasukkan Indonesia ke dalam tata letak pasar globalnya, memberikan dorongan baru bagi integrasi mendalam rantai pasok dan rantai nilai kedua negara. Ia menyatakan bahwa kerja sama ekonomi China-Indonesia memiliki dasar yang kokoh. Indonesia telah lama menjadi pasar penting dan pemasok berbagai bahan baku bagi China. Model kerja sama multidimensi dan multi-level ini tidak hanya membawa peluang pengembangan baru bagi perusahaan China, tetapi juga menambah momentum baru bagi peningkatan industri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.