Produsen mobil China BYD tidak lagi hanya memposisikan Indonesia sebagai pasar penjualan kendaraan listrik, melainkan menjadikannya salah satu basis investasi manufaktur terpenting di luar negeri. General Manager Divisi Penjualan Mobil BYD Asia Pasifik menyatakan bahwa Indonesia adalah pasar prioritas BYD di kawasan Asia Pasifik. Dalam dua tahun terakhir, BYD melihat keunggulan unik Indonesia yang memiliki populasi besar, permintaan mobil yang kuat, dan ruang pertumbuhan industri yang luas, sehingga menjadikannya salah satu tujuan investasi manufaktur terbesar di luar negeri.
Tekad investasi BYD tidak hanya sebatas janji lisan, saat ini sedang membangun pabrik kendaraan listrik di Kota Subang, Jawa Barat. Ia menekankan bahwa proyek ini adalah bagian kunci dari strategi jangka panjang BYD di luar negeri, bukan sekadar ekspansi jangka pendek untuk mengejar penjualan. Berdasarkan perkembangan pasar Indonesia yang baik, BYD akan terus meningkatkan investasi lanjutan di sana. BYD tidak ingin terlalu banyak mempromosikan komitmen investasi, melainkan lebih cenderung membangun secara menyeluruh melalui penelitian dan pengembangan teknologi, peluncuran produk, dan ekosistem kendaraan listrik, untuk menunjukkan pentingnya pasar Indonesia dengan tindakan nyata.
Dalam perencanaan strategis BYD, Indonesia bukan hanya pasar penjualan dan basis produksi, melainkan mitra strategis untuk membantu pengembangan industri otomotif dalam negeri. Diketahui, pabrik Subang ke depannya akan memproduksi beberapa model kendaraan listrik, detail produk spesifik masih dalam tahap evaluasi internal. Selain itu, BYD sangat memperhatikan karakteristik dan kebutuhan konsumen pasar lokal Indonesia. Tanggapan positif konsumen lokal terhadap model BYD Atto 1 dan lainnya juga meningkatkan kepercayaan merek untuk memperkenalkan lebih banyak model terjangkau pada tahun 2026 dan seterusnya.
Produsen mobil China BYD tidak lagi hanya memposisikan Indonesia sebagai pasar penjualan kendaraan listrik, melainkan menjadikannya salah satu basis investasi manufaktur terpenting di luar negeri. General Manager Divisi Penjualan Mobil BYD Asia Pasifik menyatakan bahwa Indonesia adalah pasar prioritas BYD di kawasan Asia Pasifik. Dalam dua tahun terakhir, BYD melihat keunggulan unik Indonesia yang memiliki populasi besar, permintaan mobil yang kuat, dan ruang pertumbuhan industri yang luas, sehingga menjadikannya salah satu tujuan investasi manufaktur terbesar di luar negeri.
Tekad investasi BYD tidak hanya sebatas janji lisan, saat ini sedang membangun pabrik kendaraan listrik di Kota Subang, Jawa Barat. Ia menekankan bahwa proyek ini adalah bagian kunci dari strategi jangka panjang BYD di luar negeri, bukan sekadar ekspansi jangka pendek untuk mengejar penjualan. Berdasarkan perkembangan pasar Indonesia yang baik, BYD akan terus meningkatkan investasi lanjutan di sana. BYD tidak ingin terlalu banyak mempromosikan komitmen investasi, melainkan lebih cenderung membangun secara menyeluruh melalui penelitian dan pengembangan teknologi, peluncuran produk, dan ekosistem kendaraan listrik, untuk menunjukkan pentingnya pasar Indonesia dengan tindakan nyata.
Dalam perencanaan strategis BYD, Indonesia bukan hanya pasar penjualan dan basis produksi, melainkan mitra strategis untuk membantu pengembangan industri otomotif dalam negeri. Diketahui, pabrik Subang ke depannya akan memproduksi beberapa model kendaraan listrik, detail produk spesifik masih dalam tahap evaluasi internal. Selain itu, BYD sangat memperhatikan karakteristik dan kebutuhan konsumen pasar lokal Indonesia. Tanggapan positif konsumen lokal terhadap model BYD Atto 1 dan lainnya juga meningkatkan kepercayaan merek untuk memperkenalkan lebih banyak model terjangkau pada tahun 2026 dan seterusnya.