Survei Gaji Mercer 2025 menunjukkan bahwa gaji rata-rata karyawan di Indonesia diperkirakan naik 5,8% pada 2026, lebih rendah dari 6,3% pada 2025. Survei ini menganalisis lebih dari 7.000 posisi dari 588 perusahaan di Indonesia terkait tren dan kebijakan pengupahan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan melambat, semua perusahaan yang disurvei tetap berencana menaikkan gaji pada 2026 (sama dengan 2025).
Faktor utama yang memengaruhi kenaikan gaji 2026 meliputi kinerja individu, kisaran gaji, dan kinerja perusahaan. Berdasarkan sektor, industri kimia menunjukkan kepercayaan tertinggi dalam investasi SDM, dengan proyeksi kenaikan gaji 6,2%; industri otomotif lebih moderat yaitu hanya 4,9%, yang mencerminkan perbedaan strategi pengupahan antar sektor. Dalam hal bonus, rata-rata bonus aktual yang dibayarkan pada 2025 sekitar 16,6% dari gaji pokok tahunan, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 17,5% pada 2024.
Tingkat turnover sukarela karyawan diperkirakan tetap stabil: pada 2025 sebesar 5,2%, hampir sama dengan 5,1% pada 2023 dan 2024; namun turnover tidak sukarela (misalnya PHK) diperkirakan meningkat, terutama di sektor teknologi tinggi, pertambangan, dan kontraktor pertambangan. Selain itu, rencana ekspansi tenaga kerja perusahaan melambat: hanya sekitar 20% perusahaan berencana menambah karyawan pada 2026, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya sebesar 25%.
Survei Gaji Mercer 2025 menunjukkan bahwa gaji rata-rata karyawan di Indonesia diperkirakan naik 5,8% pada 2026, lebih rendah dari 6,3% pada 2025. Survei ini menganalisis lebih dari 7.000 posisi dari 588 perusahaan di Indonesia terkait tren dan kebijakan pengupahan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan melambat, semua perusahaan yang disurvei tetap berencana menaikkan gaji pada 2026 (sama dengan 2025).
Faktor utama yang memengaruhi kenaikan gaji 2026 meliputi kinerja individu, kisaran gaji, dan kinerja perusahaan. Berdasarkan sektor, industri kimia menunjukkan kepercayaan tertinggi dalam investasi SDM, dengan proyeksi kenaikan gaji 6,2%; industri otomotif lebih moderat yaitu hanya 4,9%, yang mencerminkan perbedaan strategi pengupahan antar sektor. Dalam hal bonus, rata-rata bonus aktual yang dibayarkan pada 2025 sekitar 16,6% dari gaji pokok tahunan, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 17,5% pada 2024.
Tingkat turnover sukarela karyawan diperkirakan tetap stabil: pada 2025 sebesar 5,2%, hampir sama dengan 5,1% pada 2023 dan 2024; namun turnover tidak sukarela (misalnya PHK) diperkirakan meningkat, terutama di sektor teknologi tinggi, pertambangan, dan kontraktor pertambangan. Selain itu, rencana ekspansi tenaga kerja perusahaan melambat: hanya sekitar 20% perusahaan berencana menambah karyawan pada 2026, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya sebesar 25%.