Pada tahun 2025, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berhasil tumbuh pesat di tengah ketidakpastian makroekonomi global. Dalam paparan publik tahunannya, sektor properti industri menjadi penggerak utama kinerja, dengan strategi masa depan yang fokus pada keberlanjutan dan tata kelola perusahaan. Meskipun PDB Indonesia pada kuartal III 2025 tumbuh stabil 5,04% year-on-year, sektor properti masih menghadapi tekanan, namun MDLN berhasil membalikkan kerugian menjadi laba: hingga kuartal III, pendapatan mencapai Rp703,43 miliar, laba usaha Rp731,61 miliar, melonjak 834,13% year-on-year; laba bersih Rp444,60 miliar, meningkat signifikan dibandingkan rugi bersih Rp165,98 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sektor properti industri tampil sangat menonjol, dengan Modern Cikande Industrial Park sebagai mesin utama, penjualan bersih kuartal III mencapai Rp575 miliar, melonjak 629% year-on-year. Permintaan kuat berasal dari industri mesin dan peralatan (38%), tekstil dan pakaian (21%), serta farmasi (17%), dengan penyewa sebagian besar dari China. Taman industri ini memiliki lebih dari 300 penyewa aktif, dengan industri pengolahan makanan menempati lahan terluas, diikuti oleh pengolahan kimia dan baja. Saat ini sedang dikembangkan tahap ketujuh seluas 840 hektar untuk kawasan industri ekologis cerdas, serta direncanakan tahap kedelapan seluas 1.000 hektar, dengan fokus pada teknologi tinggi, industri halal, dan pusat logistik regional, termasuk eksplorasi lahan logistik di Jakarta Timur. Penjualan pemasaran sektor residensial dan komersial mencapai Rp1,32 triliun, meskipun turun tipis 6% menjadi Rp610 miliar year-on-year, namun naik 93% secara kuartalan pada kuartal III. Proyek utama adalah Jakarta Garden City, Kota Modern, dan Modernland Cilejit. Pada tahun 2025, diluncurkan dua produk baru menengah ke atas, yaitu rumah tepi air tipe Alder di Kota Modern dan klaster Florence Village di Jakarta Garden City, yang terjual lebih dari 120 unit pada tahap pertama, memperkuat posisi di pasar menengah ke atas.