Produsen mobil China, Chery Group, berencana membangun pabrik sendiri di Indonesia untuk memproduksi merek-mereknya, Jaecoo dan Lepas. Saat ini, perakitan Chery di Indonesia bergantung pada pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, Jawa Barat. Namun, seiring dengan pertumbuhan permintaan yang pesat untuk mobil Chery dan merek turunannya, kapasitas produksi yang ada tidak lagi mencukupi.
Perwakilan Chery Indonesia mengungkapkan bahwa total penjualan bulanan merek Chery dan Jaecoo telah melampaui 2.000 unit, dan target tahun 2025 bahkan lebih dari 3.000 unit. Untuk merespons permintaan konsumen yang terus meningkat dan lebih menyempurnakan tata letak produksi lokal, Chery memutuskan untuk berinvestasi membangun pabrik sendiri. Di masa depan, pabrik ini juga akan digunakan untuk memproduksi model merek Lepas. Meskipun lokasi pabrik dan kapasitas produksi spesifik belum diumumkan, perusahaan menekankan bahwa pabrik sendiri akan membantu mengoptimalkan rantai pasokan dan memastikan pasokan produk yang stabil.
Data menunjukkan bahwa dari Januari hingga Agustus 2025, produksi Chery di pabrik HIM melonjak 189,3% year-on-year menjadi 15.643 unit, jauh melampaui 5.407 unit pada periode yang sama tahun 2024. Selain itu, pabrik HIM juga memproduksi berbagai merek mobil China lainnya seperti Neta, Geely, BAIC, Jetour, dan XPeng. Langkah Chery di Indonesia ini tidak hanya menunjukkan pentingnya pasar Indonesia bagi Chery, tetapi juga mencerminkan ekspansi berkelanjutan merek mobil China di pasar Asia Tenggara.
Produsen mobil China, Chery Group, berencana membangun pabrik sendiri di Indonesia untuk memproduksi merek-mereknya, Jaecoo dan Lepas. Saat ini, perakitan Chery di Indonesia bergantung pada pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, Jawa Barat. Namun, seiring dengan pertumbuhan permintaan yang pesat untuk mobil Chery dan merek turunannya, kapasitas produksi yang ada tidak lagi mencukupi.
Perwakilan Chery Indonesia mengungkapkan bahwa total penjualan bulanan merek Chery dan Jaecoo telah melampaui 2.000 unit, dan target tahun 2025 bahkan lebih dari 3.000 unit. Untuk merespons permintaan konsumen yang terus meningkat dan lebih menyempurnakan tata letak produksi lokal, Chery memutuskan untuk berinvestasi membangun pabrik sendiri. Di masa depan, pabrik ini juga akan digunakan untuk memproduksi model merek Lepas. Meskipun lokasi pabrik dan kapasitas produksi spesifik belum diumumkan, perusahaan menekankan bahwa pabrik sendiri akan membantu mengoptimalkan rantai pasokan dan memastikan pasokan produk yang stabil.
Data menunjukkan bahwa dari Januari hingga Agustus 2025, produksi Chery di pabrik HIM melonjak 189,3% year-on-year menjadi 15.643 unit, jauh melampaui 5.407 unit pada periode yang sama tahun 2024. Selain itu, pabrik HIM juga memproduksi berbagai merek mobil China lainnya seperti Neta, Geely, BAIC, Jetour, dan XPeng. Langkah Chery di Indonesia ini tidak hanya menunjukkan pentingnya pasar Indonesia bagi Chery, tetapi juga mencerminkan ekspansi berkelanjutan merek mobil China di pasar Asia Tenggara.