Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama Indonesia akan dibangun di Pulau Kelasa, sekitar 400 km di utara Jakarta, diinvestasikan oleh perusahaan Thorcon dengan total investasi Rp 17 triliun.Reaktor prototipe akan dikirim dari Korea Selatan pada tahun 2028, ditargetkan beroperasi secara komersial pada tahun 2030, dan mulai menyalurkan listrik ke PLN pada tahun 2032, dengan target harga listrik di bawah 6,9 sen dolar AS per kWh. PLTN ini menggunakan thorium sebagai bahan baku, memanfaatkan sumber daya timah lokal yang melimpah. Tahap awal akan membangun pembangkit berkapasitas 500 MW, dan tahap kedua akan menambah enam unit, sehingga total kapasitas mencapai 3,5 GW. Pemerintah Indonesia, dalam rangka memenuhi kebutuhan energi dan transisi energi, berencana menambah pasokan listrik sebesar 100 GW dalam 15 tahun, dengan 75% berasal dari energi terbarukan, 5% dari tenaga nuklir. Hingga tahun 2050, akan dibangun lebih dari 20 PLTN, dan pada tahun 2060 kapasitas tenaga nuklir mencapai 45-54 GW. PLN bekerja sama dengan berbagai negara, dan pihak berwenang telah menyaring 29 lokasi potensial, dengan prioritas proyek tenaga nuklir di empat provinsi termasuk Bangka Belitung.