Berbagai langkah pemerintah Indonesia untuk mendorong investasi di industri tekstil

Indonesia berkomitmen untuk memperkuat industri tekstil dan telah mengambil sejumlah inisiatif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa industri tekstil dan produk tekstil merupakan kontributor yang signifikan bagi perekonomian negara, dengan ekspor melebihi $2 miliar dan menyediakan hampir 4 juta lapangan kerja, tetapi masalah-masalah yang berkaitan dengan perizinan masih perlu ditingkatkan.Pemerintah bertujuan untuk menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (CEPA) untuk meningkatkan ekspor tekstil ke pasar Eropa dan meningkatkan daya saing global. Selain itu, Pemerintah telah menyiapkan skema subsidi investasi senilai 20 triliun rupiah untuk revitalisasi mesin-mesin di industri-industri padat karya seperti tekstil, dengan jangka waktu kredit selama delapan tahun dan subsidi pemerintah sebesar 5% dalam bentuk bunga untuk meningkatkan efisiensi produksi. Ruhut, ketua Dewan Ekonomi Nasional, mengatakan bahwa Presiden Joko telah menginstruksikan lembaga-lembaga terkait untuk mempercepat investasi di industri tekstil dan memperbaiki lingkungan bisnis. Pemerintah optimis bahwa melalui harmonisasi tarif dan penyederhanaan perizinan dan langkah-langkah lain, industri tekstil Indonesia akan dapat tumbuh dengan cepat untuk bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam dan Bangladesh dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi penduduk.