Impor tekstil Indonesia dari Cina turun di bulan Februari

Impor tekstil dan produk tekstil Indonesia dari China turun sebesar $141,1 juta, atau 36,61 triliun rupiah, pada Februari 2025 dari tahun sebelumnya, demikian data Badan Pusat Statistik menunjukkan.Impor keseluruhan untuk bulan tersebut adalah $606,8 juta, turun 20,74%. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat adalah yang terbesar di bulan Februari sebesar $17,4 juta, naik 4,13% dari Januari, dengan total ekspor mencapai $1,02 miliar untuk bulan tersebut, dan surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat mencapai $1,57 miliar. Selain itu, Kementerian Perindustrian mencatat lonjakan investasi di industri tekstil, garmen, dan alas kaki dalam negeri, yang hanya 29,92 triliun rupiah pada tahun 2023 dan tumbuh 31,11 triliun rupiah menjadi 39,21 triliun rupiah pada tahun 2024. empat perusahaan tekstil dan garmen telah mendapatkan izin operasi pada kuartal pertama tahun 2025, yang diperkirakan akan menyerap 1.907 orang. Dengan populasi 281,6 juta jiwa, potensi pasar Indonesia untuk produk pakaian jadi, alas kaki, dan penutup kepala diperkirakan mencapai Rp119,82 triliun. Tarif baru yang diberlakukan oleh AS terhadap Kanada, Meksiko, dan China memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasarnya di AS, dan Kementerian Perindustrian sedang memperkuat ekosistem tekstil dan alas kaki melalui sejumlah kebijakan strategis.