21 proyek hilirisasi di Indonesia senilai total $618 miliar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi Nasional (BPI Danantara) akan mendanai proyek hilirisasi tersebut.Dalam sebuah pertemuan tertutup dengan Satuan Tugas Hilirisasi dan Kedaulatan Energi, Presiden Prabowo memutuskan bahwa tahap pertama hilirisasi pada tahun 2025 akan menargetkan 21 proyek senilai sekitar $618 miliar. Proyek pertama adalah pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah untuk ketahanan energi negara, sesuai dengan keputusan presiden bahwa Indonesia perlu meningkatkan cadangan minyaknya menjadi 30 hari, dengan salah satu tempat penyimpanan yang akan dibangun di pulau Nipa. Pemerintah juga akan membangun kilang minyak dengan kapasitas sekitar 500.000 barel per hari untuk meningkatkan ketahanan energi dan proyek dimetil eter untuk menggantikan LPG yang diimpor dengan menggunakan batu bara berkalori rendah sebagai bahan baku. Proyek-proyek hilirisasi juga mencakup peningkatan nilai tambah komoditas seperti tembaga, nikel, dan bauksit menjadi alumina, serta proyek-proyek di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan untuk mendukung stabilitas ekonomi negara, termasuk peningkatan nilai tambah pengolahan tembaga, nikel, dan bauksit.