MEMUAT BARANG...

Indonesia tiba-tiba memperketat pembatasan terhadap impor Cina

印尼突然针对中国进口商品加强限制

Badan Karantina Indonesia (Barantin) mewajibkan para importir, terutama dari Tiongkok, untuk memberikan sertifikat hasil uji dari laboratorium terakreditasi untuk komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang akan diimpor ke Indonesia.Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Fitosanitari (BBKHIT) Jakarta mengatakan alasan menyasar komoditas asal China adalah karena sistem keamanan pangan negara tersebut belum terakreditasi oleh Indonesia, sehingga laboratoriumnya harus teregistrasi dan disertai sertifikat SOA. Ia menjelaskan kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 55 tahun 2016, yang antara lain menyebutkan bahwa untuk negara yang belum terakreditasi dan teregistrasi, diperlukan sertifikat akreditasi, dan hal yang sama juga berlaku untuk negara-negara Afrika yang belum memiliki akreditasi dan registrasi laboratorium. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa laboratorium China saat ini sudah teregistrasi dan hal ini telah dikukuhkan melalui keputusan Direktur Jenderal Badan Karantina Indonesia untuk menjamin keamanan setiap komoditas yang masuk ke Indonesia.

Menurut Menteri Pertanian, produk-produk yang diimpor dari Cina tidak dapat masuk ke Indonesia secara langsung. Sebagai contoh, komoditas buah-buahan dari China tidak diperbolehkan masuk ke pelabuhan Tanjung Priok, melainkan hanya dari pelabuhan Belawan di Sumatera Utara dan Makassar di Sulawesi Selatan. Hal ini dikarenakan pelabuhan Tanjung Priok hanya melayani negara importir yang diakui dan memiliki laboratorium yang terdaftar, seperti Chili dan Amerika Serikat. Jika pengguna jasa atau importir tidak dapat mengirimkan komoditas tersebut kembali ke negara asal, maka komoditas tersebut akan dimusnahkan. Kepala tim fitosanitari BBKHIT Jakarta menambahkan bahwa mereka baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada para importir setelah ditemukan bahwa lebih dari jumlah yang dipersyaratkan telah dikirim dari Cina. Kuota untuk tanaman hias ini adalah 1.000, tetapi mereka menemukan 5.000 yang dikirim. Mereka menghancurkan kelebihan pengiriman dan mengeluarkan peringatan kepada para importir barang dari China.

© 版权声明

相关文章

id_IDIndonesian