Stok cabai merah Indonesia berada di level rendah

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan di Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengungkapkan bahwa stok cabai merah besar Indonesia berada pada tingkat yang sangat rendah, situasi yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga September 2024 ....Ia mengatakan bahwa stok cabai merah besar di Indonesia berada pada posisi kritis bulan ini, karena stok domestik rendah hingga September tahun ini.Sementara itu, stok cabai kecil tetap aman, tetapi akan ada kekurangan dari November-Desember 2024 karena kekeringan yang terjadi di beberapa daerah yang merupakan sentra produksi cabai, yang menyebabkan gagal panen, bahkan karena beberapa petani telah membuka lahan mereka.
Di sisi lain, stok bawang merah berada dalam posisi aman, dan satu-satunya kekhawatiran adalah harga bawang merah akan turun karena daerah penghasil utama bawang merah yaitu Kendal, Brebes, dan Demak memasuki musim panen raya. Saat ini harga bawang merah berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) Bapanas, yang berada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 15.000 ke bawah, dan hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan HAP untuk bawang merah sebesar Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram untuk bawang merah basah, Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram untuk bawang merah yang baru dipanen, dan Rp 32.000 per kilogram untuk bawang merah yang sudah dikeringkan.