Investasi lebih dari US$150 juta! Yadi Indonesia Intelligent Production and Research Base secara resmi meletakkan batu pertama.
Pada tanggal 13 Mei, matahari menyinari bumi Indonesia, dan Yadi mengantarkan momen bersejarah lainnya - upacara peletakan batu pertama dari Yadi Indonesia Intelligent Production and Research Base (juga dikenal sebagai Pabrik Manufaktur Cerdas Yadi Karawang) diselenggarakan dengan megah di tengah-tengah perhatian banyak orang. Perwakilan dari Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia dan Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok (CCPIT), pejabat pemerintah dari Kementerian Perindustrian, Pusat Industri Hijau, Kementerian Koordinasi Penanaman Modal dan Pertambangan, dan Kabupaten Karawang, serta para pejabat Yaday Technology Group, distributor, pemasok, dan mitra, serta lebih dari 30 stasiun televisi dan media dari Indonesia hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut. Peletakan batu pertama pembangunan Yaday Indonesia Intelligent Production and Research Base menandai bahwa Yaday, sebagai pelopor dalam industri ini yang akan pergi ke luar negeri, sekali lagi telah mengambil langkah yang solid menuju internasionalisasi dan menyuntikkan vitalitas baru ke dalam strategi globalisasi.

Mendarat di Indonesia, Yadi menambah satu lagi wilayah penting di luar negeri
Dilaporkan bahwa Yadi Indonesia Intelligent Production and Research Base merupakan basis manufaktur cerdas Yadi Technology Group ke-8 di dunia. Pabrik ini diperkirakan akan menelan investasi lebih dari 150 juta dolar AS dan akan selesai dibangun pada tahun 2026, dengan luas total 27 hektar dan kapasitas produksi tahunan hingga 3 juta unit. Pabrik cerdas ini akan mencakup proses produksi inti seperti pengelasan, pengecatan, dan motor, menandai peningkatan yang signifikan dalam kapasitas produksi Yadi di Asia Tenggara serta kemampuan operasional di luar negeri, dan juga akan sangat mendukung tingkat penelitian dan pengembangan teknologi produk Yadi menuju tingkat yang lebih tinggi.

(Rendering Basis Produksi dan Penelitian Cerdas Yadi di Indonesia)
Pada upacara peletakan batu pertama, perwakilan pemerintah Indonesia dan penanggung jawab Yadi Technology Group menyampaikan pidato masing-masing. Perwakilan pemerintah Indonesia yang terkait mengatakan dalam pidatonya: Pendirian pabrik baru Yadi di Indonesia tidak hanya menunjukkan posisi terdepan di bidang kendaraan roda dua listrik, tetapi juga menyuntikkan vitalitas baru ke dalam pengembangan industri Indonesia. Diharapkan Yadi akan terus memberikan keunggulan teknologinya secara maksimal dan menyediakan produk kendaraan roda dua listrik berkualitas tinggi untuk pasar Indonesia.
Wang Jinlong, General Manager Yadi Technology Group Indonesia Manufacturing, mengatakan bahwa basis manufaktur pintar yang baru ini akan memanfaatkan sepenuhnya sumber daya teknologi global Yadi Group dan memperkenalkan teknologi dan peralatan produksi pintar yang mutakhir untuk menciptakan basis manufaktur pintar yang modern, cerdas, digital, dan ramah lingkungan, sehingga dapat memenuhi ekspektasi masyarakat setempat akan mobilitas yang berkualitas tinggi. Lei Ming, General Manager Indonesia Marketing Company Yadi Technology Group, menekankan bahwa pembangunan pabrik baru di Indonesia merupakan bagian penting dari tata letak strategis global Yadi, dan menyatakan keyakinannya yang teguh dalam mempromosikan pengembangan industri listrik roda dua Indonesia dan ekonomi hijau lokal.
Upacara peletakan batu pertama ini secara resmi menandai peletakan batu pertama dari basis produksi dan penelitian Yadi Indonesia. Selesainya basis produksi ini akan menyuntikkan vitalitas baru ke dalam masyarakat dan ekonomi lokal, dan diharapkan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja lokal. Dengan melokalkan operasinya di pasar luar negeri, Yadi akan mampu memahami dinamika pasar lokal secara lebih akurat dan menyediakan produk dan layanan yang lebih berkualitas dan lebih dekat dengan kebutuhan pengguna global. Langkah ini tidak hanya akan membantu ekspansi Yadi yang berkelanjutan di pasar Asia Tenggara, tetapi juga akan menetapkan tolok ukur baru untuk merek-merek Tiongkok di pasar global.
Dengan tata letak global, langkah Yadi untuk pergi ke luar negeri semakin mantap.
Peletakan batu pertama dari basis produksi dan penelitian cerdas Yadi di Indonesia merupakan perwujudan dari strategi Yadi untuk melakukan pelokalan mendalam di pasar luar negeri, serta eksplorasi aktif dan praktik mode pelokalan merek-merek Tiongkok yang masuk ke luar negeri. Sebagai merek kendaraan roda dua listrik No. 1 di dunia, Yadi berada di depan industri untuk memulai tata letak internasional dan mencapai lokalisasi pembajakan mendalam di pasar luar negeri. Dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik global yang berkelanjutan, Yadi telah berhasil mencapai transformasi kualitatif dari "keluar" menjadi "masuk" dengan membangun pangkalan di luar negeri, tampil di pameran kendaraan roda dua yang terkenal di dunia seperti pameran EICMA di Milan, Italia, dan membentuk tim yang dilokalkan untuk mempromosikan pengembangan penelitian, produksi, pasokan, penjualan, dan layanan di luar negeri yang komprehensif, yang telah berhasil bertransformasi dari "keluar" menjadi "masuk". Ini telah berhasil mencapai transformasi kualitatif dari "keluar" menjadi "masuk", dan menjadi perwakilan dari "Manufaktur Cerdas China".
Hingga saat ini, Yadi telah menjadi penjual kendaraan listrik No. 1 di dunia selama tujuh tahun berturut-turut, dengan produknya yang diekspor ke 100 negara di seluruh dunia, dicintai dan disukai oleh lebih dari 80 juta pengguna, serta memiliki 40.000 toko terminal. Pencapaian ini tidak hanya membuktikan popularitas dan keandalan produk Yadi, tetapi juga mencerminkan pengaruhnya yang luas dan daya saing pasar di seluruh dunia.
Keberhasilan peletakan batu pertama Yadi Indonesia Intelligent Production and Research Base menunjukkan kepercayaan diri dan tekad China Yadi untuk melangkah ke luar negeri atas nama industri roda dua listrik. Di masa depan, Yadi akan terus meningkatkan investasi dan tata letaknya di pasar luar negeri, menyediakan produk dan layanan yang lebih baik bagi konsumen global, dan memimpin tren perjalanan ramah lingkungan global.
Sumber berita:DONEWS