Indonesia undang investasi Tiongkok untuk kembangkan agroindustri

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maritim) Luhut secara terang-terangan mengaku belum puas dengan hasil pengembangan industri pangan di daerah Lumbang Hasundutan Sumatera Utara, dan untuk itu ia mengundang pihak Tiongkok untuk masuk dan berpartisipasi dalam Proyek Gudang Pangan yang diinisiasi oleh Presiden Joko. Humbang Hasundutan merupakan salah satu lokasi kawasan industri pangan yang sedang dikembangkan pemerintah. Selain Kalimantan Tengah dan Jawa Tengah, ada juga Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pertemuan keempatnya dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pada Dialog Tingkat Tinggi dan Mekanisme Kerja Sama di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, ia mengatakan pengembangan industri perkebunan pertanian merupakan salah satu bidang kerja sama kedua negara.
Misalnya, cabai, bawang merah dan bawang putih, serta durian dan buah-buahan sedang dikerjakan oleh kedua belah pihak, dan kedua negara bekerja sama untuk membangun laboratorium. Tanpa penelitian, transfer teknologi tidak dapat dilakukan. Selanjutnya pemerintah akan membangun fasilitas penelitian untuk hasil panen seperti cabai dan bawang daun dengan peneliti dari kedua negara, harus ada mitra lokal juga. Pengembangan Kawasan Industri Pangan Humbang Hasundutan dimulai pada tahun 2022 dan kawasan ini berfokus pada tanaman pertanian seperti bawang daun, bawang putih, kentang, kubis dan cabai. Mengutip data dari situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan), per Juni 2023, luas lahan yang ditanami di Humbahas Food Estate secara kumulatif mencapai 482,84 hektar.