Menjelajahi Era Baru: Peluang dan Tantangan bagi Perusahaan Tiongkok yang Berinvestasi di Asia Tenggara

Pada tanggal 28 Februari, sebuah forum dengan tema "Pertambangan dan Permainan: Peluang dan Tantangan Berinvestasi di Negara-Negara Asia Tenggara" berhasil diselenggarakan di Beijing. Dipandu oleh Asosiasi Promosi Persahabatan Tiongkok dan diselenggarakan oleh Asosiasi Hubungan Persahabatan Thailand-Tiongkok, acara ini menarik lebih dari 100 perwakilan dari pemerintah, akademisi, dan bisnis untuk mendiskusikan prospek investasi perusahaan-perusahaan Tiongkok di negara-negara ASEAN.
Dengan transformasi ekonomi di abad ke-21, cara ekstraksi sumber daya tradisional secara bertahap dihentikan, dan permintaan akan energi baru dan logam langka melonjak. Menanggapi perubahan ini, strategi investasi baru yang didasarkan pada trinitas kerja sama sumber daya, pembangunan infrastruktur, dan kerja sama kapasitas produksi secara bertahap mulai terbentuk. Pada saat yang sama, negara-negara kaya sumber daya seperti Chili dan Peru telah menyesuaikan kebijakan pertambangan mereka dalam menanggapi tekanan ekonomi, dan perusahaan-perusahaan Cina menghadapi tantangan baru dalam investasi di luar negeri.
Dalam pidato utamanya di konferensi tersebut, Chen Jiabin menganalisis secara rinci dampak geopolitik global terhadap investasi pertambangan dan mengusulkan strategi untuk menghindari risiko. Para ahli percaya bahwa perusahaan-perusahaan energi baru Tiongkok harus memperkuat rantai pasokan mereka di pasar luar negeri, membangun ekosistem industri yang sehat, dan meringankan tekanan kebijakan dengan mempromosikan pembangunan ekonomi lokal. Long Pengyu menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan Cina dapat mencapai kesuksesan di luar negeri, dengan mengutip contoh proyek semen di Indonesia.
Selama diskusi meja bundar, para pakar industri dan pemimpin bisnis melakukan pertukaran mendalam tentang cara mempromosikan kerja sama kapasitas produksi internasional dan bersama-sama membangun tolok ukur baru untuk "Belt and Road" yang berkualitas tinggi. Para ahli mengajukan sejumlah saran untuk membantu perusahaan-perusahaan Tiongkok menangkap peluang pengembangan global industri otomotif energi baru.
Dalam menghadapi kompleksitas pasar Asia Tenggara, perusahaan-perusahaan Tiongkok perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang budaya dan hukum setempat, dan menerapkan strategi pasar yang tepat untuk menjadi perusahaan jangka panjang dengan perspektif global.