MEMUAT BARANG...

Masa depan ritel di Indonesia: perpaduan tradisi dan modernitas

印尼零售业的未来:传统与现代的融合

Sektor ritel Indonesia sedang mengalami transformasi yang luar biasa, menggabungkan model tradisional dengan kenyamanan modern. Menurut data dari bank sentral Indonesia, penjualan ritel naik sebesar 4,91 T pada Desember 2023 dari tahun sebelumnya, didorong oleh promosi yang meriah, menandai peningkatan terbesar dalam delapan bulan terakhir. Sektor ritel Indonesia secara tradisional didominasi oleh pasar rakyat dan toko kelontong, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pemerintah dan masuknya investasi asing telah berkontribusi pada modernisasi sektor ini. Penelitian McKinsey 2021 menunjukkan bahwa 771 triliun rupiah transaksi ritel di Indonesia dilakukan melalui jalur tradisional, sementara jalur modern seperti supermarket dan hipermarket hanya menyumbang 231 triliun rupiah.

Dalam rangka meningkatkan potensi konsumsi domestik, Pemerintah Indonesia telah mendorong transformasi sektor ritel dan menarik perusahaan-perusahaan ritel internasional untuk masuk ke pasar. Bank-bank lokal juga secara aktif mempromosikan pembayaran elektronik dan menawarkan layanan promosi dan kredit. Toko serba ada dan warung-warung pinggir jalan telah didigitalisasi untuk menyediakan berbagai layanan yang nyaman untuk melayani konsumen di tempat-tempat wisata.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, sebagai organisasi industri terkemuka, mempromosikan modernisasi industri ritel melalui berbagai acara, seminar, dan program pelatihan. Inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen toko, penjualan, dan layanan pelanggan. Sementara itu, sektor ritel online di Indonesia sedang berkembang pesat. Pemerintah telah mengembangkan peta jalan e-commerce untuk mengatasi masalah-masalah utama seperti logistik, pembiayaan dan perlindungan konsumen. Pemerintah Indonesia juga mengatur e-commerce dan mendorong investasi platform internasional dan operasi lokal, serta memberikan insentif untuk bisnis lokal.

Peritel offline telah mulai memperluas kehadiran mereka secara online dengan meluncurkan aplikasi mobile dan situs belanja. Indonesia adalah pemain utama dalam ekonomi digital di Asia Tenggara, yang diperkirakan akan mencapai $82 miliar pada tahun 2023, menurut data. Transaksi e-commerce diperkirakan akan mencapai $34 miliar, naik 121 triliun dari tahun ke tahun. Menteri perdagangan Indonesia mengatakan kontribusi e-commerce terhadap perekonomian menjadi semakin signifikan dan sektor ini memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Sumber informasi:People's Daily (surat kabar RRT)

© 版权声明

相关文章

id_IDIndonesian